![]() |
| Ilustrasi wartawan saat meliput kejadian (Sumber foto: Pexels) |
Di
mata waktu, kutatap masa depan
Wartawan
muda, bercerita dalam rentang tahun
Kuukir
niat suci, di dada yang berkobar
Mengejar
bayangan, di panggung kisah yang besar
Langkah
di jalan tak berujung, kota riuh menyambut
Di
kebisingan harapan, langkahku tak gentar beranjak
Pena
jadi pedang, kamera penuntun hati
Mencari
kebenaran di setiap celah ragam kehidupan
Sekolah
jurnalisme, di situ harapku tumbuh
Bertumbuh
bersama ilmu, menyerap hujan pengalaman
Huruf
demi huruf, menjadi saksi perjalanan
Reporter
sejati, mencatat detik demi detik kebenaran
Rintangan
menghampiri, ujian memanggil tekad
Namun
semangat tetap berkobar, tak terlupakan cita-cita
Di
huru-hara berita, hati tenang dalam keberanian
Menyuarakan
keadilan, mengukir sejarah di jalan berliku
Bukan
hanya pekerjaan, ini panggilan jiwa
Wartawan
sejati, menjelajah gelap, membawa cahaya
Kata-kata
bukan hanya rangkaian huruf
Melainkan
misi suci, menyampaikan kebenaran yang murni
Melalui
jendela tulisan, dunia membuka pelukan
Menceritakan
perjuangan, membangunkan hati yang terlelap
Wartawan
bukan sekadar penulis, tapi saksi sejarah
Menyimpan
jejak kehidupan dalam guliran waktu yang terus bergulir
Saat
senja merayap, langit memudar warna
Lihat
aku 10 tahun ke depan, masih mengejar setiap peluang
Mencetak
cerita dalam ingatan, menciptakan makna
Menjadi
bagian tak terpisahkan dari tarian kehidupan yang abadi
