![]() |
| Yahya Alakaitiri (pegang toa putih) sebagai manajemen Persebaya saat memberikan pernyataan (Sumber foto: Bola.com) |
Suporter
Persebaya Surabaya, Bonek, melakukan demo setelah Persebaya bermain imbang 1-1
melawan Persija dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo,
Surabaya, Sabtu (9/12/2023).
Mereka
mencegat bus tim yang hendak meninggalkan stadion. Target sasaran Bonek bukan
pemain atau pelatih Persebaya, melainkan sang manajer Yahya Alkaitiri.
Ia
dianggap sebagai sosok yang harus bertanggung jawab atas keterpurukan
Persebaya. Sesuai tuntutan demo sebulan lalu, Yahya harus mundur dari
jabatannya jika Persebaya tak menang.
Teriakan
Yahya Out terus menggema, hal ini ditambah dengan orasi dirijen Bonek Gate 21,
Ubros, yang meminta Yahya segera mundur.
“Apa
yang kami berikan untuk Persebaya itu rasa capek. Kami bekerja. Jika sudah
tidak bisa bawa Persebaya jadi lebih baik, hari ini silakan Anda out,” kata
Ubros dalam orasinya.
“Persebaya
apa prestasinya? Setidaknya Anda malu. Sebagian teman-teman sudah mengadakan
aksi boikot. Tidak ada perubahan sama sekali, tidak ada realisasi sama
sekali," sambung Ubros.
Tapi,
Yahya yang menemui Bonek memilih tidak mengiyakan tuntutan Bonek. Dia hanya
akan menurut keputusan manajemen Persebaya.
“Saya
patuh kepada pimpinan. Kita evaluasi, yang jelas saya serahkan semua ke
manajemen,” ujar Yahya.
.jpg)