Bahaya Obesitas Ancam Kematian Anak dan Remaja

Ilustrasi seorang obesitas - Sumber foto: Unsplash

Penyakit obesitas dan kegemukan mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Prevalensi obesitas di Indonesia meningkat secara drastis, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Lantas, tahukah Anda obesitas dapat menyebabkan kematian dini? 

Obesitas adalah kondisi lemak di dalam tubuh yang menumpuk karena kalori masuk lebih banyak dibandingkan yang dibakar. Hal itu tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena obesitas bisa menjadi sumber penyakit mematikan.

Beberapa minggu lalu, tepatnya pada Juni 2023, masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan berita seorang pemuda berusia 26 tahun bernama Fajri yang harus dievakuasi menggunakan forklift, karena menderita obesitas hingga berbobot 300 kg. Setelah mendapatkan pengobatan khusus obesitas di rumah sakit, pemuda itu dinyatakan meninggal dunia akibat syok sepsis yang berasal dari infeksi kaki dan paru-parunya karena obesitas yang diderita.

Ada juga kasus obesitas Arya Permana warga Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwarung, Karawang ini sempat mencuri perhatian publik pada tahun 2017. Arya saat itu menderita obesitas dengan bobot mencapai 192 kilogram di usia 10 tahun yang mengakibatkannya mengalami sesak napas jika berjalan.

Kondisi tersebut telah menjadi momok salah satu penyebab kematian akibat obesitas di Indonesia. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan obesitas, termasuk pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, faktor genetika, dan faktor lingkungan. Namun, pada dasarnya, obesitas terjadi ketika Anda mengonsumsi lebih banyak kalori yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Kemenkes menyebut sedikitnya ada dua faktor yang melatarbelakangi pemicu obesitas semakin tinggi, salah satunya berkaitan dengan kurangnya aktivitas fisik di daerah urban minim ruang publik untuk berolahraga.

Belum lagi, sarana modern teknologi tinggi menjadi alasan banyak remaja mulai tidak aktif bergerak, terutama mereka yang berada di perkotaan. Padahal, obesitas bisa memicu beragam komplikasi.

Mengapa obesitas berbahaya?

Dilansir dari Kementerian Kesehatan, bahwa kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko berbagai kondisi kesehatan serius seperti diabetes melitus, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, gangguan pernapasan, meningkatkan lemak dalam darah dan asam urat, sampai kanker. Selain itu, obesitas juga dapat mempengaruhi kualitas hidup Anda secara keseluruhan, baik secara fisik maupun mental.

Kelebihan berat badan terutama di sekitar perut, akan menyebabkan banyak efek metabolik merugikan yang berdampak pada ginjal. Berat badan berlebih dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis tubuh, atau respons 'reaksi siaga' yang dapat meningkatkan tekanan darah. Kelebihan berat badan akan merusak kemampuan tubuh untuk memindahkan zat gula (glukosa) dari darah ke sel. Akibatnya, tubuh lebih sulit untuk mengeluarkan kelebihan gula di darah, yang pada gilirannya menyebabkan diabetes.

Studi dr Alex Chang dari Sistem Kesehatan Geisinger, Danville, Pennsylvania, menyebutkan, jika dibandingkan dengan orang dewasa yang sedikit kelebihan berat badan, orang dengan obesitas parah (sangat gemuk) memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami gangguan fungsi ginjal. Adapun orang yang tidak terlalu gemuk memiliki risiko 18 hingga 69% lebih tinggi terkena penurunan fungsi ginjal. Artinya, kegemukan berdampak buruk bagi ginjal.

Penting untuk menyadari bahwa obesitas bukan hanya masalah fisik semata. Ini adalah masalah kesehatan yang serius dan dapat mempersingkat harapan hidup seseorang. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi obesitas dan menjaga kesehatan yang baik.

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi obesitas adalah dengan mengadopsi gaya hidup sehat. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan:

Pertama, Pola Makan Sehat. Mulailah dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Pilih makanan yang kaya akan nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Hindari makanan olahan dan mengandung banyak gula, lemak jenuh, dan garam. Kurangi konsumsi makanan cepat saji dan minuman manis yang mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi. Hindari juga minuman manis yang mengandung gula tambahan. Pilih air putih, teh herbal, atau minuman rendah kalori sebagai alternatif.

Kedua, Kontrol Porsi Makan. Penting untuk mengontrol jumlah porsi yang Anda makan. Hindari makan berlebihan dan gunakan piring kecil untuk membantu mengendalikan asupan makanan Anda.

Ketiga, Mencoba Aktivitas Fisik. Cobalah untuk menjadi lebih aktif secara fisik. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang setidaknya 30 menit setiap hari. Aktivitas fisik akan membantu membakar kalori dan meningkatkan metabolisme tubuh Anda.

Keempat, Tidur yang Cukup. Tidur yang cukup juga penting dalam mengatur berat badan. Kurang tidur dapat mempengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan Anda, sehingga Anda cenderung makan berlebihan. Usahakan untuk tidur 7-8 jam setiap malam.

Kelima, Konsultasikan dengan Dokter atau Ahli Gizi. Jika Anda mengalami masalah berat badan yang serius, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Mereka dapat membantu Anda merancang program penurunan berat badan yang aman dan efektif.

Mengatasi obesitas bukanlah proses yang mudah, tetapi langkah-langkah kecil yang konsisten dapat membuat perbedaan besar. Penting untuk diingat bahwa setiap perubahan yang Anda buat untuk hidup lebih sehat adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kualitas hidup Anda sendiri.

Jadi, mari hadapi obesitas dengan mengadopsi gaya hidup sehat. Mulailah dari sekarang dan jadikan langkah-langkah kecil menuju kehidupan yang lebih sehat dan bebas dari bahaya obesitas. Jangan sampai biarkan obesitas dapat mempersingkat hidup Anda.


(Tulisan ini sudah dimuat di Klik Warta)

Salsa Dwi Novita

Hi, saya Salsa Dwi Novita seorang mahasiswi jurnalistik semester 5 di Politeknik Negeri Jakarta yang mencari peran di industri media. Saya memiliki kepribadian yang antusias, dapat diandalkan, bertanggung jawab, kreatif, dan santai. Saat ini saya sedang magang dan mengemban pengalaman di posisi content sport intern Bola.com & Bola.net. Sebuah Platform media online olahraga sepak bola nomor satu di Indonesia. Selain meminati karya jurnalistik, saya juga memiliki kemampuan di bidang design dan video editing. Saya sudah memiliki portofolio design cover teks berita olahraga khusunya sepak bola lebih dari 100 design yang sudah dimuat di media Bola.com, Bola.net, dan Liputan6. Sementara video editing, saya sudah memiliki portofolio lebih dari 30 postingan video berita yang dimuat di media Bola.com, Bola.net, Vidio, dan Enam+.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama